Malam itu selepas Ba’da Isya, tanggal 10 April 2009, suasana dirumah saya bersama relawan saat saya pertama kali mengikuti pencalegan tahun ini, sangat bergembira karena catatan kami dari 6 kecamatan wilayah Dapil 3 Kabupaten Jember Jawa Timur, menunjukkan angka tertinggi dari teman sedapilnya yang terdiri dari 7 caleg gerindra, sedangkan saya no. urut 2. Lalu sekitar dua hari kemudian dari tanggal 10 april, tiba-tiba saya mulai gusar banyak kawan mengabarkan bahwa suara saya menurun, mendengar khabar itu saya tetap tenang. Dan akhirnya apa yang terjadi !” Tiba-tiba dari 3 suara tertinggi dari satu partai kami, memiliki angka masing-masing yang sangat gila menggelembungnya. Astagfirllah !” Ucap saya dalam hati sambil mengelus dada. Kok bisa ya ?”. Ya akhirnya suara kawan dari dua orang yang paling rendah suaranya, menggelembungkan suaranya masing-masing dengan jumlah yang berbeda, yang pertama kawan saya tambah 1100 suara !” Hebattttttt !” lalu yang dibawah saya lagi unik dan masih punya santun kelihatannya, hanya menggelembungkan 7 suara lebih tinggi dari saya. Akhirnya para relawan kami panik dan akan membuat protes ke Panwaslu. Lalu saya menenangkan para relawan saya, sudahlah !” kita semua berangkat dari kemurnian hati dan kejujuran, jadi kalau dalam pemilihan ini malah tidak mujur berarti kurang mungkin sajen nya !” He he he... !” atau rakyat memang memilih mereka, dan saya belum dibutuhkan. Para Relawan terbesit diam. Akhirnya keesokkan harinya tim relawan penasaran dari hasil yang dicatat saat penjumlahan suara saya tertinggi, dengan alasan berfikir neagif dari lawan saya mereka memegang kepala, dan berkata “Kok bisa no 3 anda Pak !” dari 7 Caleg GERINDRA, yang kebetulan dapat 1 bangku. Ya sudah aku tidak punya ilmu sulap atau maling soalnya, makanya tergeser !” Kami penasaran pak !” Kami akan turba ke wilayah TPS-TPS Pak, silahkan saja !” jawab saya. Dan apa yang terjadi ?” Setelah mereka benar-benar turba kebawah, dengan meminta info dari lintas partai, data menunjukkan adanya penggelembungan data, yang seharusnya kami menang.
Sudahlah mungkin banyak hikmahnya semua ini, dan kita perlu belajar dari MEGA PRO, dimana mereka adalah orang-orang yang sebelumnya juga dicurangi, tapi seakrang mereka tetap tampil gagah untuk membela, membawa amanah rakyat Indonesia. Insya’ Allah kami akan tampil lagi seperti gaung macan asia negeri ini. Alwaqtu kasyaif artinya waktu itu cepat, Insya’ Allah sambil koreksi diri dan terus memegang kejujuran dan komitemen bersama dengan modal persatuan demi pengabdian pada negeri ini, saya bersama kawan-kawan akan berjanji memberi yang lebih baik lagi untuk daerah dan negeri ini. SALAM JAYA INDONESIA !”
SAYA PERLU BELAJAR DENGAN “MEGA PRO”
Sabtu, 16 Mei 2009



0 komentar:
Posting Komentar